Rabu, 01 April 2009

KETERAMPILAN MENYIMAK AKTIF DAN PASIF

Keterampilan menyimak merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang secara urgen diklasifikasikan sebagai keterampilan berbahasa pasif. Hal ini disebabkan oleh bentuk komunikasi yang digunakan, bahwa salah satu pihak berperan sebagai pengirim informasi, sedangkan pihak lain sebagai penerima informasi.

Secara naluriah menyimak sudah merupakan suatu keterampilan yang dimiliki oleh setiap orang. Keterampilan ini bermula sejak manusia dilahirkan. Namun, meskipun begitu keterampilan menyimak memerlukan suatu pola yang tepat dan baik bila kita mengharapkan peningkatan kemampuan menerima informasi secara tepat dan cepat, menyimpannya secara baik, serta pada akhirnya mampu menggunakannya secara tepat.
Pendengar yang baik mencoba mengerti melalui apa yang dikatakan orang lain.Pada akhirnya ia boleh secara tajam tidak setuju, tetapi sebelum dia tidak setuju, ia ingin mengetahui apa sebenarnyayang dimaksudkan..Kenneth A. Wells, American.

Aktif, mendengar efektif, merupakan kebiasaan,sebagaimana dasar komunikasi aktif.
Tujuan mendengar aktif terpusat pada siapa yang Anda dengarkan, meskipun di dalam kelompok atau perorangan, dengan tujuan untuk mengerti apa yang ia katakan. Sebagai pendengar, Anda kemudian harus mungkin mengulang kembali dengan kata-kata Anda sendiri apa yang mereka katakan tentang kepuasan mereka. Ini tidak berarti Anda setuju, tetapi cenderung pada, mengerti apa yang mereka katakan.

Apa yang mempengaruhi ketika mendengar?
Apa yang Anda pikirkan tentang suatu pokok pikiran?Apakah ini baru atau Anda mempunyai banyak pengalaman tentang itu?Apakah sulit dimengerti atau sederhana?Apakah penting untuk Anda atau hanya suatu lelucon?

Apakah pembicara berpengalaman atau gelisah?Apa isyarat yang digunakan pembicara?Apa kerangka pikirannya?Bagaimana minat, ancaman, kecerdasan, dan seterusnya, dan seterusnya.?
Apakah pesan diilustrasikan secara visual atau dengan contoh?Apakah teknologi dígunakan secara efektif (berdaya guna)?Apakah konsep-konsep dikenalkan secara bertahap, atau dengan contoh?

Apakah ruang cukup mendukung untuk mendengar?atau untuk berinteraksi atau bertukar pikiran dengan pembicara?Apakah ada gangguan yang dapat dihindarkan?

Gambaran berikut adalah faktor-faktor eksternal.Sekarang : bagaimana tentang Anda, sebagai pusat, pendengar? Siapkan diri dengan sikap yang positif.
• Konsentrasikan perhatian Anda pada subyek.Berhenti dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya sebelum berorientasi dengan diri Anda pada pembicara atau topik (pokok persoalan).
• Pertimbangkan secara mental apa yang Anda sudah ketahui tentang subyek..Aturlah berdasarkan materi terdahulu dalam kaitan dengan pengembangan selanjutnya.(pelajaran-pelajaran sebelumnya, program televisi, artikel surat kabar, web sites, pengalaman hidup yang nyata sebelumnya, dan seterusnya)
• Menghindarkan GangguanTempatkan diri Anda secara tepat dekat dengan pembicara.Menghindarkan gangguan dari ( sebuah jendela, tetangga yang cerewet, ribut, dan seterusnya).
• Mengakui keadaan suatu emosiMenangguhkan emosi sampai nanti, atau berpartisipasi secara pasif kecuali kalau Anda dapat mengendalikan emosi.
• Kesampingkan prasangka Anda, pendapat Anda.Anda sekarang belajar apa yang dikatakan pembicara , tidak cara lain di sekitar.
Mendengar secara aktif
1. Menjadi arah lain; berkonsentrasi pada komunikasi dengan orangIkuti dan pahami pembicara sebagaimana kalau Anda berjalan dengan sepatu mereka.
2. Dengar dengan telinga Anda tetapi juga dengan mata dan pengertian lain.
3. Hati-hati: menjawab secara lisan bagian-bagian di dalam pembicaraan.Biarkan argumentasi atau presentasi berlangsung sesuai dengan pelajaran.Jangan Anda menyatakan setuju atau tidak, tetapi mendorong melatih pikiran.
• Melibatkan: Secara aktif menanggapi mengarahkan pertanyaan. Gunakan posisi tubuh Anda ( misalnya, bersandar ke depan) dan perhatian pada dorongan dan tanda yang menarik dari pembicara.
Kegiatan berikutnya:
Satu lawan satu
Di dalam kelompok/penonton
Berikan si pembicara waktu dan ruang istirahat sesudah berbicara
Nyatakan pemahaman sebagai bagian membangun kepercayaan dan dorongan di dalam dialog.
Periksa kalau Anda sudah mengertiNyatakan kembalikata kunci untuk memastikan pengertian Anda dan buatlah dialog!
• Ringkasankata kunci untuk memastikan pengertian Anda & buatlah dialog
• Bertanya (tanpa ancaman)pertanyaan-pertanyaan membangun pengertian
Dialog lanjutan:
• Refleksikan melalui pengalaman Andademonstrasikan minat Anda (umpan balik)
• Menerjemahkansesudah Anda merasa memahami isi
• Terapkan apa yang Anda pelajari ke dalam situasi baru. Berikan si pembicara ruang untuk menyusunkembali tanya jawab sesudah berbicara

• Selama tanya dan jawab
Kalau mengajukan sebuah pertanyaan
• Nyatakan pemahaman secepatnya
• Ringkasan singkat suatu pokok pikiran awal
• Tanyakan pertanyaan yang relevan
Kalau membuat pokok pikiran
• Nyatakan pemahaman secara cepat
• Nyatakan kembali secara singkat ide yang relevan sebagaibahan presentasi
• Nyatakan ide Anda, interpretasi, dan refleksi
• Mengundang reaksi
Kembangkan lebih lanjut
• Dapatkan informasi untuk acuan berikutnya
• Mengundang teman-teman/rekan kerja/dan seterusnya.untuk diskusi sesudahnya
• Tuliskan ringkasan dengan pertanyaan untuk pengulangan nanti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar